Cleaning Mesin Cup Sealer – Pakai CIP atau COP ?

Metode Cleaning Mesin Cup Sealer – Mesti Pakai CIP atau COP ?

COP atau CIP ?

Artikel kali ini akan melihat tren dan masalah dalam mesin pengemasan, khususnya mesin cup sealer. Latar belakang saya adalah operasi dan permesinan, jadi fokusnya akan cenderung condong ke arah itu. Namun, satu masalah yang sering saya temui adalah persimpangan desain dan operasi paket. Saya akan berbicara lebih banyak tentang itu di kolom-kolom selanjutnya.

Pembersihan adalah masalah utama dalam operasi manutacturing. Teknologi untuk membersihkan dan mensterilkan dengan benar menghasilkan minuman yang aman. Dalam kasus yang ekstrim, hal tersebut dapat mengakibatkan penyakit Konsumen atau bahkan kematian.

 

Di pabrik modern saat ini, dua metode pembersihan umum biasanya digunakan:

1. Clean Out of Place (COP) adalah proses pembersihan di mana peralatan dibongkar. Komponen dipindahkan ke area pencucian tempat mereka dibersihkan dan disterilkan. Mereka kemudian dapat disimpan atau diikat. Sistem COP mungkin manual atau otomatis, menggunakan mesin cuci.Semua proses cleaning dikerjakan di luar mesin.

2. Clean In Place (CIP) membutuhkan pembongkaran minimal atau tidak sama sekali. Teknik CIP meliputi penyemprotan luar mesin, saluran pipa/selang, bagian dalam tangki pengisian, dan sistem katup. Idealnya, pada akhir proses, operator akan menekan sebuah tombol dan seluruh siklus akan berlangsung tanpa intervensi lebih lanjut. Pada kenyataannya, banyak sistem memerlukan sambungan dan pembersihan manual beberapa komponen seperti selang pembuangan dan sejenisnya. Beberapa sistem membutuhkan pelepasan pipa dan penyemprotan.

 

Sistem CIP juga bertindak sebagai penghalang antara operator dan bahan kimia yang berpotensi berbahaya baik dalam produk maupun proses pembersihan. Akhirnya, CIP menghilangkan lebih menghemat waktu serta keausan mesin yang disebabkan oleh pembongkaran dan pemasangan kembali.

Namun CIP bukan obat mujarab. Sistem CIP bersifat kompleks dan membutuhkan keahlian tingkat tinggi untuk merancang dan memelihara.

CIP ini dapat meningkatkan jumlah waktu henti. COP dengan beberapa set komponen cadangan memungkinkan mesin cup sealer tetap bekerja selama pembersihan.

Terakhir, CIP tidaklah murah, biasanya akan menimbulkan biaya modal yang besar yang mungkin atau tidak dapat diimbangi dengan peningkatan efisiensi operasional.

Jadi, CIP atau COP? Ini tidak bisa menjadi keputusan otomatis. Pro dan kontra dari keduanya harus dievaluasi dengan hati-hati untuk menentukan apa yang terbaik untuk setiap situasi.

Pada Mesin Cup Sealer, manakah yang terbaik ?
Menyimak penjelasan perbedaan antara sistem CIP dan COP diatas, kita sebagai pengguna mesin bisa memilih mana yang terbaik bagi usaha kita.Terbaik disini memiliki arti terutama kesiapan SDM, lingkungan kerja, dan budget yang tersedia.

Sistem CIP memerlukan biaya yang tinggi sehingga akan berpengaruh pada harga mesin cup sealer.
Sedangkan sistem COP harus dikerjakan dengan melepas semua komponen mesin yang wajib dibersihkan.

Tidak ada yang baik atau buruk, ataupun benar atau salah.Semua kembali pada kondisi kesiapan kita masing-masing.

Ditulis oleh : Yanuarius Bayu (Direktur CV Carmel Hill Machinery)

error: Content is protected !!